HRD adalah – SKKNI 149 Tahun 2020 adalah salah satu dasar penting yang perlu dipahami oleh HR profesional di Indonesia. Melalui standar ini, pekerjaan di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas administratif seperti mengurus absensi, kontrak kerja, payroll, rekrutmen, atau data karyawan, tetapi sebagai profesi yang memiliki standar kompetensi kerja nasional yang jelas, terukur, dan diakui secara resmi.
Dalam dunia kerja modern, HR dituntut tidak hanya “mengurus karyawan”, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis organisasi. HR perlu memahami strategi perusahaan, merancang kebutuhan SDM, mengelola talenta, membangun sistem kinerja, menjaga hubungan industrial, hingga memastikan layanan administrasi SDM berjalan tertib. Karena itulah, keberadaan SKKNI 149 Tahun 2020 menjadi penting sebagai acuan kompetensi bagi praktisi HR, perusahaan, lembaga pelatihan, hingga lembaga sertifikasi profesi.
Apa Itu SKKNI 149 Tahun 2020?
SKKNI 149 Tahun 2020 adalah Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 149 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Dalam laman JDIH Kemnaker, regulasi ini tercatat sebagai standar kompetensi untuk kategori jasa profesional, ilmiah, dan teknis, khususnya pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
Secara sederhana, SKKNI dapat dipahami sebagai standar yang menjelaskan kompetensi apa saja yang harus dimiliki seseorang agar mampu menjalankan pekerjaan tertentu secara profesional. Dalam konteks HR, SKKNI membantu menjawab pertanyaan penting seperti:
Apa kompetensi yang harus dimiliki staf HR?
Apa yang membedakan kompetensi staf, supervisor, manager, hingga general manager HR?
Apa saja unit kompetensi yang perlu dikuasai dalam bidang MSDM?
Bagaimana pekerjaan HR dapat dinilai secara objektif berdasarkan standar nasional?
Dengan adanya SKKNI, kompetensi HR tidak hanya berdasarkan pengalaman kerja semata, tetapi juga dapat diukur melalui pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar nasional.
Mengapa SKKNI 149 Tahun 2020 Penting bagi HRD?
SKKNI 149 Tahun 2020 penting bagi HRD karena menjadi pedoman untuk membangun kompetensi kerja HR yang lebih profesional dan terarah. Tanpa standar kompetensi, pekerjaan HR sering kali hanya dinilai berdasarkan kebiasaan perusahaan masing-masing. Akibatnya, peran HR bisa menjadi sempit, tidak seragam, dan sulit diukur kualitasnya.
Di satu perusahaan, HR mungkin hanya dipahami sebagai bagian administrasi. Di perusahaan lain, HR sudah berperan dalam strategi organisasi. Perbedaan ini wajar, tetapi tetap membutuhkan acuan agar profesi HR memiliki standar yang lebih jelas.
Melalui SKKNI 149 Tahun 2020, perusahaan dan praktisi HR memiliki dasar untuk memahami bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia mencakup berbagai fungsi, seperti strategi dan perencanaan pengelolaan SDM, pengembangan organisasi, pengadaan SDM, pembelajaran dan pengembangan SDM, manajemen talenta, pengelolaan karir, pengelolaan kinerja dan remunerasi, hubungan industrial, serta layanan administrasi dan sistem informasi pekerja. Fungsi-fungsi ini tercantum dalam dokumen SKKNI bidang MSDM.
Artinya, HR bukan hanya tentang “mengurus orang”, tetapi juga tentang membangun sistem agar organisasi dapat berjalan lebih efektif.
Hubungan SKKNI 149 Tahun 2020 dengan Sertifikasi HR BNSP
Salah satu alasan mengapa SKKNI 149 Tahun 2020 sering dicari adalah karena standar ini berkaitan erat dengan sertifikasi kompetensi HR berbasis BNSP.
Dalam praktik sertifikasi profesi, SKKNI digunakan sebagai salah satu acuan untuk menyusun skema sertifikasi. Beberapa Lembaga Sertifikasi Profesi bidang MSDM menjelaskan bahwa skema sertifikasi HR mengacu pada SKKNI berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 149 Tahun 2020, serta KKNI bidang MSDM.
Dengan demikian, seseorang yang ingin mengikuti sertifikasi HR BNSP perlu memahami bahwa asesmen kompetensi tidak hanya menilai apakah seseorang pernah bekerja sebagai HR, tetapi juga apakah ia mampu menunjukkan bukti kompetensi sesuai unit-unit kompetensi yang berlaku.
Misalnya, seorang HR yang menangani rekrutmen perlu menunjukkan pemahaman dan kemampuan dalam proses pengadaan SDM. Seorang HR yang menangani hubungan industrial perlu memahami aspek hubungan kerja, komunikasi organisasi, peraturan perusahaan, hingga penyelesaian masalah ketenagakerjaan. Seorang HR manager perlu menunjukkan kemampuan yang lebih strategis dalam perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan evaluasi fungsi MSDM.
SKKNI 149 Tahun 2020 Membantu HR Naik Level
Banyak orang masuk ke dunia HR dari jalur yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari psikologi, hukum, manajemen, administrasi, komunikasi, bahkan dari pengalaman operasional perusahaan. Hal ini tidak salah, karena bidang HR memang luas dan multidisipliner.
Namun, tantangannya adalah: bagaimana memastikan semua praktisi HR memiliki standar kompetensi yang sesuai?
Di sinilah SKKNI 149 Tahun 2020 menjadi penting. Standar ini membantu HR memahami area kompetensi yang perlu dikuasai sesuai peran dan level jabatannya. Dengan memahami SKKNI, seorang HR dapat melihat dirinya berada di level mana dan kompetensi apa yang masih perlu ditingkatkan.
Bagi staf HR, SKKNI dapat menjadi panduan untuk memperkuat dasar-dasar pekerjaan HR.
Bagi supervisor HR, SKKNI dapat membantu memahami tanggung jawab koordinatif dan pengendalian pekerjaan.
Bagi manager HR, SKKNI dapat menjadi acuan untuk memperkuat peran strategis dalam organisasi.
Bagi perusahaan, SKKNI dapat digunakan untuk menyusun pelatihan, pengembangan karir, asesmen kompetensi, dan peta kebutuhan SDM di fungsi HR.
Dengan kata lain, SKKNI bukan hanya dokumen formal, tetapi bisa menjadi peta jalan pengembangan kompetensi HR.
Manfaat SKKNI 149 Tahun 2020 bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, SKKNI 149 Tahun 2020 dapat memberikan manfaat besar dalam membangun sistem HR yang lebih profesional. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki orang yang bekerja di bagian HR, tetapi juga perlu memastikan bahwa orang-orang tersebut benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Beberapa manfaat SKKNI bagi perusahaan antara lain:
Pertama, SKKNI membantu perusahaan menyusun standar kompetensi jabatan HR. Dengan standar ini, perusahaan dapat mengetahui kemampuan apa saja yang dibutuhkan untuk posisi staf HR, supervisor HR, manager HR, atau posisi HR lainnya.
Kedua, SKKNI membantu proses rekrutmen dan seleksi HR menjadi lebih objektif. Perusahaan dapat menggunakan unit kompetensi sebagai dasar dalam menyusun kriteria kandidat, pertanyaan wawancara, hingga asesmen teknis.
Ketiga, SKKNI membantu menyusun program pelatihan HR yang lebih tepat sasaran. Pelatihan tidak lagi dibuat hanya berdasarkan tren, tetapi berdasarkan gap kompetensi yang nyata.
Keempat, SKKNI dapat menjadi dasar penyusunan jalur karir HR. Seorang staf HR yang ingin naik menjadi supervisor atau manager dapat melihat kompetensi apa saja yang perlu dikembangkan.
Kelima, SKKNI mendukung profesionalisasi fungsi HR. Dengan HR yang kompeten, perusahaan dapat mengelola karyawan, proses kerja, kinerja, hubungan industrial, dan administrasi SDM secara lebih tertib.
Manfaat SKKNI 149 Tahun 2020 bagi HR Profesional
Bagi individu yang berkarir di bidang HR, SKKNI 149 Tahun 2020 dapat menjadi pegangan untuk meningkatkan kredibilitas profesional. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, HR tidak cukup hanya mengatakan “saya berpengalaman”, tetapi juga perlu mampu menunjukkan kompetensi yang relevan dan terukur.
Dengan memahami SKKNI, HR profesional dapat:
Mengetahui standar kompetensi yang dibutuhkan dalam pekerjaannya.
Mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi HR BNSP.
Menyusun portofolio kerja berdasarkan unit kompetensi.
Mengidentifikasi gap kemampuan pribadi.
Meningkatkan nilai profesional di mata perusahaan.
Mengembangkan karir ke level yang lebih tinggi.
Hal ini penting karena profesi HR semakin dituntut untuk memberikan dampak nyata bagi organisasi. HR tidak lagi hanya menjadi bagian yang mengurus dokumen, tetapi menjadi fungsi yang membantu perusahaan mencapai tujuan bisnis melalui pengelolaan manusia yang tepat.
SKKNI 149 Tahun 2020 dan Perubahan Peran HR
Peran HR terus berkembang. Jika dulu HR sering dipandang sebagai bagian personalia, kini HR diharapkan menjadi strategic partner bagi organisasi. HR perlu ikut memahami arah bisnis, kebutuhan organisasi, perubahan struktur, perencanaan tenaga kerja, pengembangan kompetensi, budaya kerja, dan produktivitas karyawan.
Perubahan ini membuat standar kompetensi menjadi semakin penting. Tanpa standar, HR mudah terjebak dalam rutinitas administratif. Padahal, organisasi membutuhkan HR yang mampu membaca masalah, menyusun kebijakan, mengelola perubahan, dan membantu pimpinan mengambil keputusan berbasis data.
SKKNI 149 Tahun 2020 membantu menggeser cara pandang tersebut. HR bukan sekadar “bagian yang mengurus karyawan”, tetapi profesi yang memiliki ruang lingkup kompetensi luas dan strategis.
Siapa yang Perlu Memahami SKKNI 149 Tahun 2020?
SKKNI 149 Tahun 2020 penting dipahami oleh banyak pihak, terutama mereka yang berkaitan dengan pengelolaan SDM.
Praktisi HR perlu memahami SKKNI agar memiliki acuan kompetensi dalam bekerja dan mengembangkan karir.
Perusahaan perlu memahami SKKNI agar dapat membangun fungsi HR yang lebih profesional.
Trainer dan konsultan HR perlu memahami SKKNI agar program pelatihan yang disusun sesuai dengan standar kompetensi nasional.
Lembaga pelatihan kerja perlu memahami SKKNI agar materi pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan asesmen kompetensi.
Calon peserta sertifikasi HR BNSP perlu memahami SKKNI agar dapat menyiapkan bukti portofolio dan memahami unit kompetensi yang akan diuji.
Mahasiswa atau calon praktisi HR juga dapat mempelajari SKKNI sejak awal agar memahami bahwa HR adalah profesi yang memiliki standar kerja, bukan sekadar pekerjaan administratif.
Contoh Penerapan SKKNI 149 Tahun 2020 dalam Pengembangan HR
Dalam praktik perusahaan, SKKNI 149 Tahun 2020 dapat digunakan untuk banyak kebutuhan. Misalnya, perusahaan ingin membangun divisi HR yang lebih rapi. Maka, perusahaan dapat menggunakan SKKNI sebagai salah satu acuan untuk menyusun uraian jabatan, standar kompetensi, program pelatihan, hingga asesmen internal.
Contoh lainnya, seorang staf HR yang selama ini hanya mengurus absensi dan administrasi karyawan ingin naik menjadi HR supervisor. Ia dapat mempelajari unit-unit kompetensi yang relevan untuk memperluas pemahamannya, seperti komunikasi organisasi, pengelolaan administrasi MSDM, hubungan kerja, pengupahan, hingga pengelolaan kinerja.
Bagi HR manager, SKKNI dapat membantu memperkuat peran dalam menyusun strategi dan kebijakan MSDM. Dokumen SKKNI memuat unit kompetensi yang berkaitan dengan analisis strategi MSDM, penyusunan kebijakan, pengelolaan kegiatan dan anggaran, hingga evaluasi efektivitas strategi MSDM.
Dengan pendekatan ini, pengembangan HR menjadi lebih sistematis, bukan sekadar mengikuti pelatihan secara acak.
SKKNI 149 Tahun 2020 Membuat Profesi HR Lebih Terukur
Salah satu persoalan dalam dunia HR adalah sulitnya mengukur kompetensi secara objektif. Banyak HR bekerja berdasarkan pengalaman, tetapi belum tentu semua pengalaman tersebut sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan.
SKKNI membantu menjadikan kompetensi HR lebih terukur. Dalam unit kompetensi, biasanya terdapat elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, batasan variabel, panduan penilaian, pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan. Struktur ini membantu proses asesmen menjadi lebih jelas.
Bagi perusahaan, hal ini penting agar penilaian terhadap HR tidak hanya berdasarkan persepsi. Bagi HR profesional, hal ini juga membantu membuktikan bahwa kompetensi yang dimiliki bukan hanya klaim, tetapi dapat ditunjukkan melalui bukti kerja dan asesmen yang sesuai.
Kesimpulan
SKKNI 149 Tahun 2020 adalah standar penting bagi pengembangan profesi HR di Indonesia. Standar ini membantu menjelaskan kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, mulai dari fungsi strategis, pengembangan organisasi, rekrutmen, pembelajaran dan pengembangan, manajemen talenta, karir, kinerja, remunerasi, hubungan industrial, hingga administrasi dan sistem informasi pekerja.
Bagi HR profesional, SKKNI 149 Tahun 2020 dapat menjadi panduan untuk mengembangkan karir, mempersiapkan sertifikasi HR BNSP, dan memperkuat kredibilitas profesi. Bagi perusahaan, SKKNI dapat membantu membangun sistem HR yang lebih objektif, terarah, dan sesuai standar nasional.
Pada akhirnya, memahami SKKNI 149 Tahun 2020 bukan hanya penting bagi mereka yang ingin mengikuti sertifikasi HR, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin membangun fungsi HR yang lebih profesional, strategis, dan berdampak bagi organisasi.







